wisata hobby dan lingkungan hidup

Sabtu, 21 Mei 2016

SINGAPORE 2 : SEPUTAR BUGIS, ROCHOR CANAL, MESJID SULTAN DAN TEMPAT MAKAN

Wisata Singapura yang lain : 1. Dari Bandung ke Hotel Nuve Singapura  2. Seputar Bugis dan Rochor Canal  3. Pulau Sentosa Universal Studio  4. Chinese Garden dan Museum Kura-kura  5. Garden by the Bay Supertree Marina  6. Belanja di Mustafa dan Orhard Road

Selama berada di Singapura antara tanggal 9 sampai 12 Mei 2016 kami menginap di hotel Nuve yang berjarak sekitar 400 meter dari stasiun MRT Bugis. Dengan demikian setiap hari kami berjalan pulang balik di kawasan Bugis. Di kawasan Bugis terdapat banyak objek atau spot yang menarik untuk dikunjungi dan dilihat.  Untuk tempat belanja, di seberang stasiun MRT Bugis terdapat Mall yang namanya Bugis Junction, sedangkan di seberangnya lagi juga merupakan tempat berbelanja yang popular bernama Bugis Street.
Di dekat hotel kami terdapat masjid Sultan yang merupakan masjid termegah di Singapore. Untuk mencari makanan halal di kawasan Bugis juga sangat mudah, Sekitar seratus meter dari hotel terdapat rumah makan Hajah Maimunah yang terkenal. Berseberangan dengan masjid berjejer rumah makan Pakistan yang menjual berbagai macam martabak dan makanan halal. Lebih-lebih lagi di daerah Bugis Street, misalnya ada rumah makan Qiji dengan berbagai menu, seperti nasi lemak, lontong, gulai kari.
Acara mengunjungi pusat perbelanjaan Bugis Junction dan Bugis Street kami lakukan pada hari selasa dan rabu, yaitu pada sore atau malam hari setelah pulang dari mengunjungi objek wisata lain. Sekalian turun dari stasiun MRT Bugis, kami lihat-lihat barang di Bugis Junction, lalu menyeberang ke Bugis Street, sekalian makan, baik di tempat ataupun di bawa ke hotel. Pada hari terakhir, pagi-pagi dari pukul 07.00 sampai pukul 10.00 kami khususkan berjalan-jalan di sekitar Bugis, antara lain mengunjungi Rochor Canal, singgah dan sholat di Masjid Sultan, serta mencari sarapan di Bugis Street.

Rochor Canal
Jalan Utama di Bugis adalah Victoria Street, merupakan jalan yang ramah untuk para pejalan kaki. Dengan pedestrian dan trotoar yang lega dan teduh. Salah satu yang menarik untuk dikunjungi dengan berjalan kaki adalah Rochor Canal, hanya berjarak sekitar 300 meter dari stasiun MRT Bugis. Dari stasiun MRT Bugis cukup berjalan menyeberang jalan besar Victoria Street, menyusur Victoria street arah ke Timur laut sekitar 200 meter, lalu belok ke kiri (Barat Laut) melewati jalan kecil Victoria Lane, sekitar 100 kita sampai pada jalan Rochor Canal Road yang menyusur saluran Rochor Canal.

Rochor Canal
Rochor canal, salah satu sungai atau saluran  di Singapore yang menjadi sumber baku air bersih yang penting. Dengan program revitalisasi sungai yang dikenal sebagai active, beautiful, clean waters (ABC waters), dibuat sodetan sepanjang 1,1 km dari jalan Besar ke Crawford Street diubah menjadi saluran air atau kanal yang dilengkapi pedestrian yang lebar, yang menyediakan ruang public baru sepanjang aliran air. Sepanjang kanal tersebut suasananya asri dan sejuk, air yang bersih mengalir pada saluran. Tidak terlihat sampah. Trotoar sepanjang saluran sangat lebar dan dapat dipakai untuk berjalan-jalan serta berolahraga menikmati udara yang sangat bersih. Sepanjang kanal juga dibangun taman-taman dan tempat duduk yang nyaman. Diseberang saluran saluran terdapat tower-tower apartemen yang merupakan tempat hunian warga Singapore.

Apartemen di sisi kanal
Mesjid Sultan
Hotel tempat kami menginap terletak di jalan Pinang, yaitu jalan kecil (lane) yang merupakan salah satu penghubung 2 jalan yang besar, Victoria Street dan North Bridge Road. Panjang jalan tersebut hanya sekitar 100 meter saja. Begitu keluar hotel di jalan Pinang mengarah ke North Bridge Road, maka langsung terlihat Masjid Sultan yang berdiri megah. Masjid yang terletak di Kampung Glam Singapore ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ditetapkan oleh Pemerintah Singapore pada tanggal 14 Maret 1975. Mesjid Sultan tersebut pertama kali dibangun pada tahun 1928 dengan biaya 100,000 dolar singapura, dan sudah mengalami beberapa kali renovasi.

Masjid Sultan
Suasana di dalam Masjid


Masjid ini terbuka bagi seluruh turis, termasuk juga masyarakat non muslim,  yang ingin masuk melihat suasana di dalamnya, namun tentunya harus berpakaian sopan untuk menghormati orang yang beribadah. Di sekitar masjid merupakan daerah semacam kota tua, berdiri bangunan-bangunan pertokoan yang tua. Namun bangunan-bangunan tersebut sangat rapid an terawat baik sehingga sangat menyenangkan untuk dijelajahi. Di seberang masjid misalnya terdapat beberapa bangunan atau toko penjual martabak yang kalau malam hari penuh dengan pembeli.

Deretan restoran martabak
Bugis Junction dan Bugis Street
Di seberang Stasiun MRT Bugis terdapat Mall yang terkenal, yaitu Bugis Junction. Sebenarnya kalau kita ingin belanja barang-barang bermerek di Singapore, Bugis Junction tersebut merupakan pilihan yang cukup lengkap. Disamping tempat-tempat yang paling terkenal untuk belanja di Orchard Road. Kita juga bisa merasakakan atau masuk berbagai restoran terkenal yang banyak terdapat di dalamnya. Belanja oleh-oleh, pakaian, sepatu, parfum, alat-alat kosmetik dan kecantikan. Semuanya tersedia. Namanya mall dan suasananya sangat sejuk.
Yang juga menarik untuk dikunjungi adalah Bugis Street market yang terletak di seberang Bugis Junction, di tempat ini kita bisa membeli berbagai Pernik-pernik untuk oleh-oleh. Seperti gantungan kunci, patung atau boneka Merlion. T-shirt yang bertuliskan Singapore. Suasana Bugis Market ini, lebih seperti pasar tradisional. Tapi sangat bersih. Harga-harganya juga telah tercantum, sehingga kita bisa membayangkan. Jadi kita tidak akan “tertipu” lah dengan harga yang naik turun tanpa aturan seperti kalau kita membeli barang di pasar tradisional di Indonesia.
Di pasar ini juga kita bisa memuaskan selera kuliner dengan membeli makanan dan minuman. Buah-buahan seperti durian dijual dengan kemasan styrofoam yang rapih. Siap untuk dimakan di tempat. Karena di Singapore kita pasti tidak boleh membawa durian ke hotel. Di MRT saja kalau kita bawa durian pasti akan dihukum denda yang cukup berat. Singapore memang merupakan Negara yang sangat keras menegakkan disiplin. Merokok di MRT dendanya 1.000 Dolar Singapore (Rp 10 juta). Makan minum di MRT juga didenda. Meludah sembarangan juga didenda, apalagi sisa permen karet. Katanya di Singapore “Everything is fine !!!”  (“fine” berarti “denda”).

Restoran Qiji

Restoran
Untuk makan di daerah Bugis market terdapat banyak restoran dan rumah makan. Kami mencoba ke restoran Qiji yang menyediakan masakan melayu. Terdapat bermacam-macam masakan dan minuman. Kamipun memesan nasi lemak . Nasi lemak yang merupakan makanan khas di Singapore dan Malaysia, di Indonesia namanya nasi uduk, yaitu nasi di kukus dengan santan encer, dilengkapi dengan sambal, ikan goreng dan ayam goreng ditambah dengan kacang dan bawang goreng.
Makanan yang kami pesan lainnya adalah lontong, ya mirip dengan lontong kari di Bandung. Dengan sayur, kuah santan, dan telur rebus. Dilengkapi sambal. Untuk minumnya ada yang unik, namanya “bandung”.  “Bandung” adalah minuman berupa sirup merah manis aroma mawar ditambah air dan susu panas. Minuman ini biasa juga disajikan dalam keadaan dingin. Jadi kami pesan yang dingin, cukup segarlah di udara Singapore yang cukup panas. Minuman lain yang kami pesan lemon dingin. Harga nasi lemak adalah 4,7 SGD, lontong 3,7 SGD, sedangkan minuman masing-masingnya 1,8 SGD.

"Bandung" , lontong, nasi lemak
Rumah makan Hajjah Maimunah
Saat kami sampai di hotel pukul 13.30 siang, setelah check in dan masuk kamar. Kami keluar lagi untuk membeli makanan untuk makan siang.  Letak hotel tersebut cukup strategis untuk mencari makan. Tidak jauh, pada jalan yang paralel , yaitu jalan pisang terdapat restoran hajah Maimunah. Restoran ini merupakan restoran padang. Seperti umumnya restoran padang atau restoran melayu, makanan yang tersedia juga bermacam-macam, ikan balado, ayam goreng. Bermacam macam masakan ikan, ayam dan daging, termasuk juga cumi, jeroan dan lain-lain. Baik gule maupun goreng balado. Minumnya, ya diantaranya Bandung deperti yang kami nikmati di restoran Qiji.
Saat kami tiba di tempat itu, kebetulan Restoran tersebut sedang penuh dengan pengunjung yang makan siang, dan tidak tersedia kursi untuk duduk. Jadi kamipun memesan makanan dua bungkus untuk dibawa ke hotel. Sebungkus nasi plus sayur dan rendang, sebungkus lagi nasi kentang teri balado dan rendang. Total harga yang harus dibayar adalah 8,4 SGD. Cukup murah untuk 2 bungkus nasi dengan potongan rendang daging yang besar dan nikmat.
------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.