wisata hobby dan lingkungan hidup

Senin, 03 Juli 2017

WISATA PENANG 3 : BATU FERINGGI, TANJUNG BUNGAH DAN PADANG KOTA LAMA

Pagi-pagi tanggal 2 Maret 2017 kami berdua siap-siap untuk menjelajah daerah wisata di Pulau Penang. Tujuan kami hari ini adalah ke Batu Feringhi, yaitu kawasan pantai yang terletak di sebelah Utara Pulau Pinang. Pukul 7.40 kami pun keluar hotel berjalan menuju Komtar yang hanya sekitar sepuluh menit dengan berjalan santai. Sambil menunggu bus yang akan menuju Batu Ferringhi kami sempat membeli roti dan kue untuk bekal.
Dari Komtar kami pun naik bus nomor 101 yang rutenya weld Quay – teluk Bahang. Jadinya bus tersebut dari dermaga (weld quay), lewat di Komtar dan menuju ke teluk Bahang (sebagai terminal akhirnya). Sebelum sampai teluk Bahang, bus tersebut melewati Tanjung Bungah dan Batu Ferringhi. Tujuan kami adalah ke kawasan Batu Feringhi yang merupakan kawasan pantai di sebelah utara pulau Penang.
Perjalanan menuju Batu Ferringhi yang berjarak sekitar 20 Km memerlukan waktu 40-50 menit, awalnya rute yang dilalui adalah menyusuri kota Penang, lalu lewat di kawasan Tanjung Bungah. Di kawasan Tanjung Bungah kami melewati kawasan yang ramai. Selanjutnya di tepi jalan kami melihat Masjid terapung yang nantinya akan kami kunjungi saat perjalanan pulang dari Batu Ferringhi.
Selewat lokasi masjid terapung, bus memasuki kawasan Batu Ferringhi yang ditandai dengan jalan berkelok-kelok di pinggir pantai. Namun karena sebelumnya kami belum pernah ke Batu Ferringhi. Jadi hanya mengira-ngira saja dimana tempat berhentinya di Batu Ferringhi. Memang melewati kawasan yang ramai dengan perhotelan. Tapi kami tidak tahu harus berhenti dimana. Akhirnya lokasi yang dilalui mulai sepi dari bangunan-bangunan, wah ternyata kami sudah beberapa kilometer melewati kawasan Batu Ferringhi dan memasuki kawasan Teluk Bahang.
Akhirnya saat melihat halte pertama kamipun turun dari Bus. Kami melihat ke kiri jalan, rupanya halte tersebut merupakan lokasi dari Tropical Spice Garden. Tropical Spice Garden, merupakan semacam kebun raya atau taman dengan pemandangan indah. Di taman yang merupakan hutan raya tersebut tersebut terdapat lebih dari 500 spesies hewan dan tumbuh-tumbuhan. Terdapat jalur jalan dengan lebih dari seratus jenis tanaman obat-obatan.


Namun dengan pertimbangan akan memerlukan waktu yang lama jika kami mengunjungi Tropical Spice garden, serta karena tujuan kami ingin melihat pantai dan kembali lagi berkeliling kota Georgetown, maka kami lalu menyeberang jalan menuju arah pantai. Di sisi kanan jalan tersebut terdapat beberapa rumah makan dan sudah langsung berada di pinggir pantai. Malah kami beruntung karena menemukan tepi laut dan pantai yang indah. Dengan air laut yang biru dan jernih, pantai dengan pasir yang bersih serta adanya batu-batu besar yang bersih.


Gerbang Tropical Spice Garden
Laut biru dengan pasir putih


Batu-batu besar
Puas bermain-main di pantai , serta menjelajah batu-batu, kamipun kembali. Tempat selanjutnya yang akan kami kunjungi adalah Tanjung Bungah. Lebih khusus lagi kami ingin mengunjungi masjid yang terkenal, yaitu masjid terapung (floating mosque). Artinya kami kembali naik bus menuju arah pulang atau Georgetown. Kami kembali lagi melewati pusat kota Batu Ferringhi, kawasan berkelok-kelok menyusuri tepi laut dan berhenti di halte bus Mesjid Terapung.


Hotel-hotel di Batu Ferringhi
Tentunya sebenarnya masjid tersebut bukan benar-benar terapung di atas laut, tetapi merupakan masjid yang dibangun di pinggir pantai  dan disangga oleh pilar-pilar beton. Dengan konstruksi tersebut saat air laut pasang maka akan terlihat seolah-olah masjid menjadi terapung di atas air. Namun pada saat air laut surut, maka pilar-pilar beton tersebut terlihat jelas, seperti saat pagi itu sekitar pukul 11.00 kondisi air sedang surut, maka kita dapat melihat bahwa masjid tersebut ditopang oleh tiang-tiang di atas laut.
Selain keunikan bangunan yang berada di atas laut tersebut, masjid yang indah tersebut memiliki keunikan berupa menara untuk azan setinggi 7 tingkat. Di dalam masjid yang tertata rapi, terdapat banyak lukisan kaligrafi. Terdapat ruang sholat utama serta ruang sholat khusus untuk perempuan.
Pada setiap empat sudut masjid terdapat gazebo yang dapat dipergunakan untuk menikmati pemandangan indah laut selat malaka serta melihat aktivitas nelayan dengan perahu-perahu yang berseliweran. Sedang pada halaman masjid terdapat tempat parkir cukup luas yang dapat menampung puluhan mobil.


Masjid terapung
Lapangan parkir yang luas


Bagian dalam masjid
Esplanade atau Padang Kota lama
Esplanade atau dikenal juga sebagai Padang Kota Lama terletak di pinggir laut di bagian Timur Laut kota Georgetown. Kalau ditarik  garis lurus dari Komtar jaraknya sekitar 3 km, namun karena harus mengikuti jalan serta kondisi lalu lintas yang ramai, jika naik bus dari Komtar sekitar 20 menit. Tadinya kami ingin dari Tanjung Bungah dengan Bus menuju Pangkalan Weld, dapat turun di sekitar Esplanade, namun karena belum tahu persis dimana halte turun yang terdekat, akhirnya kami turun di Pangkalan Weld (terminal akhir). Dari sana kami jalan kaki sekitar 600 meter arah Utara. Sekalian melihat bangunan-bangunan yang ada di sekitar Pelabuhan. Yaitu : Custom Building, German Merchant House dan Bangunan Tuanku Syed Putra, dan Immigration Department Building. Di seberang jalan Immigration Building merupakan merupakan lokasi Esplanade.

Custom building
Clock tower


Di lokasi Padang Kota Lama atau Esplanade terdapat beberapa objek wisata atau bangunan bersejarah yang bisa kita lihat, yaitu Fort Cornwallis, Clock Tower, Tugu Peringatan, City Hall. Bangunan-bangunan bersejarah tersebut terletak di kawasan jalan Tun Syed Sheh Barakbah. Daerah ini dapat dijelajah dengan jalan kaki, namun kalau siang hari biasanya cuaca cukup panas. Seperti siang itu saat kami berkunjung. Jadi ada baiknya untuk berjalan-jalan menyusuri kota kita menyiapkan payung atau memakai topi.

Town hall
City hall


Fort Cornwalis
Fort Cornwalis merupakan bangunan bersejarah yang menandai berdirinya kota Georgetown. Fort Cornwalis tersebut merupakan benteng pertahanan tentera Inggris. Di tempat inilah tentera Inggris dibawah pimpinan Kapten Francis Light mendarat pada tahun 1786. Dengan demikian Kapten Francis Light dikenang sebagai pendiri kota Georgetown. Tak heran di dalam bangunan Fort Cornwalis tersebut kita akan mendapati patung dari Kapten Francis Light. Juga terdapat meriam Sri Rambai yang telah berumur ratusan tahun dan menjadi legenda.


Pintu masuk Fort Cornwalis
Meriam Sri Rambai


Patung Kapten Francis Light (1740-1794)


-----------------------------------------------------

Minggu, 02 Juli 2017

WISATA PENANG 2 : LUKISAN MURAL, BUKIT BENDERA DAN PESIARAN GURNEY

Hari kedua di Penang tanggal 1 Maret 2017 kami mulai dengan berangkat pagi-pagi. Kunjungan pertama kami melihat lagi ke lokasi Mural, soalnya pas hari pertama sudah sore , jadi hanya sedikit melihat mural dan tergesa-gesa, maka pagi hari ini saat yang tepat untuk sepuasnya mengeksplorasi dan melihatnya.
Keberadaan Mural yang menjadi objek wisata yang menarik di Penang tidak lepas dari tangan kreatif Ernest Zacharevic seorang seniman kelahiran Lithuania sebagai perintis memadukan gambar atau lukisan di tembok dengan beragam property seperti sepeda, sepeda motor atau bangku. Dengan adanya gambar mural dan propertinya tersebut para wisatawan dapat bebas berfoto bahkan melakukan improvisasi dengan berbagai gaya seolah-olah berinteraksi dan menjadi bagian dari mural tersebut.
Jadi kamipun ikut berakting pada Mural yang berjudul  “Motorcycle” , dimana terdapat lukisan pada dinding berupa seorang remaja laki-laki di depan pintu dan duduk di atas motor. Tapi motornya merupakan motor benaran (sebagai property). Jadi kita bisa bergaya, seolah ikut naik motor, melambaikan tangan seolah-olah mau berangkat.


Naik motor
Yang seru adalah lukisan “Kids on Bicycle” , berupa lukisan dua orang anak yang mengenderai sepeda dengan tergesa-gesa. Mau ikut bergaya silahkan, coba menahan sepeda dari belakang. Sambil berakting menghentikan sepeda agar berhenti seolah-oleh seorang ibu yang melarang anak-anaknya pergi. Sedangkan sang Bapak menahan dari belakang sepeda yang sedang melaju.


Stop
Kami mengambil beberapa foto dan bergaya pada mural yang berjudul I want Pao. Waktu kami kirim ke Citra, putri kami,  yang ada di Bandung, dia nanyain “ Ma …., ini ceritanya apa ?”. Dijawab begini : “ Ceritanya, Papa beraksi sebagai penjual Pao dengan becak. Dua anak teriak : Pak , minta Pao  Tapi penjual Pao pura-pura tidak dengar dan langsung kabur. Akhirnya Mama menghampiri anak-anak itu, menghibur dan memberi uang kepada mereka. Ha ha ha ….. si Papa jadi peran antagonis.

Kabur

Kasiu uang
Kita juga dapat berfoto bersama mural yang menggambarkan penjual susu kedelai yang melayani pelanggannya, dan berakting seolah-olah memesan atau menunggu giliran dilayani untuk membeli susu kedelai yang segar.
Pesan susu kedelai
Mengunjungi Bukit Bendera
Setelah melihat Mural ronde kedua ini kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Bendera. Untuk itu dari Lebuh Chulia, kami naik BRP ke KOMTAR dulu. Dari KOMTAR kami naik bis nomor 204 menuju Bukit Bendera atau dikenal juga sebagai Penang Hill. suatu tempat wisata yang sangat popular di Pulau Penang. Perjalanan dari KOMTAR menuju Penang Hill memakan waktu sekitar 1 jam dengan tarip 2 RM. Tapi enaknya terminal Bukit Bendera merupakan perhentian terakhir bus tersebut sebelum kembali lagi ke KOMTAR, jadi kita tidak khawatir akan kelewatan.
Akhirnya kami sampai di terminal Bukit Bendera. Bukit Bendera merupakan kawasan perbukitan. untuk sampai di puncak bukit bendera atau Penang Hill tersebut maka tersedia kereta yang disebut Penang Hill Railway yang stasiun bawahnya persis terletak berdampingan dengan terminal bus. Sedang stasiun atas kereta api tersebut berada pada ketinggian 833 meter di atas muka laut. Ongkos Penang Railway untuk rute pulang pergi adalah 30 RM.
Menaiki kereta (disebut funicular train) tersebut akan membawa sensasi tersendiri karena curamnya rute rel yang dilewati, dimana untuk naik ke puncak bukit panjang relnya hanya 1,99 km. Jadi perjalanan singkat (sekitar 10 menit) yang mendebarkan, lebih-lebih lagi saat turun.

Funicular train
Akhirnya kami tiba di stasiun atas (Upper Station) Bukit Bendera. Di atas itu cuacanya sangat sejuk dan segar dengan temperature rata-rata 21 derajat Celcius. Di atas itulah terdapat berbagai fasilitas rekreasi alam dengan pemandangan yang sangat indah yang bisa dijelajah seharian (kalau punya waktu). Misalnya Botanic Garden, Dari atas Bukit Bendera kita juga bisa melihat kota Georgetown dan Tanjung Bungah. Bahkan dari atas tersebut juga bisa melihat jembatan (Penang Bridge) yang menghubungkan Pulau Pinang dengan Butterworth di daratan Malaysia (Main Land).

Upper station
Beberapa spot yang dapat kita nikmati di Bukit Bendera antara lain Museum Burung Hantu (Owl Museum), Botanical Garden, Dataran atas Bukit Bendera, Gembok Cinta, Monkey Cup Garden dan banyak lagi. Jadi kalau kita ingin keliling mengunjungi berbagai spot tersebut akan memerlukan waktu berjam-jam, bahkan satu hari juga tidak cukup. Kami juga tidak terlalu lama di lokasi tersebut, sekitar 2 jam kami kembali ke stasiun kereta (upper station) dan meluncur ke bawah (lower station), dilanjutkan naik BRP no. 204 jurusan KOMTAR. Karena waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, maka kamipun makan siang dulu di salah satu rumah makan di KOMTAR sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.
Astaka bukit bendera
Kantung semar raksasa
Gembok cinta
Pesiaran Gurney
Setelah beristirahat di hotel, sore hari 1 Maret 2017, sekitar pukul 16.30  sesudah sholat ashar, kamipun siap-siap keluar dan berjalan ke terminal Bus di KOMTAR. Acara kami sore ini adalah mengunjungi Pesiaran Gurney (Gurney drive Penang) yang dikenal juga sebagai Padang Kota Baru. Untuk mencapai Gurney tersedia banyak bus, umumnya bus-bus yang menuju ke Utara (Tanjung Bungoh, Batu Ferringhi, Teluk Bahang) melewati Gurney. Misalnya bus nomor 10, 101, 102,103). Kamipun naik bus nomor 101 dan dalam waktu sekitar 20 menit sudah sampai.
Gurney merupakan daerah wisata yang terletak di pinggir pantai, namun masih di dalam kota Georgetown. Di daerah Gurney kita bisa menyusuri jalan dengan pedestrian yang lebar dan ditata dengan indah. Untuk duduk santai juga tersedia bangku-bangku.

Gurney plaza
Di Pesiaran Gurney juga terdapat pusat perbelanjaan yang terkenal Plaza Gurney. Plaza Gurney ini merupakan tempat yang menjadi favorit para wisatawan untuk berbelanja. Karena menyediakan berbagai barang dari yang murah sampai barang-barang mewah. Plaza ini juga dilengkapi dengan berbagai tempat makan dan restoran yang melayani para pengunjung. Satu tempat lagi yang menjadi daya Tarik di Gurney adalah tempat makanan yang baru buka pada pukul 18.00 sampai tengah malam. Jadi berhubung saat kami sampai di Gurney baru sekitar pukul 17.00, maka kamipun berjalan menyusuri pedestrian yang indah di pinggir pantai serta mengunjungi Plaza Gurney. Di Plaza Gurney kami berkeliling dan berbelanja sedikit barang sebagai tanda bahwa kami sudah berbelanja di Penang.
Gurney strait
Menjelang pukul 18.00 kamipun jalan menuju pusat makanan Gurney. Pukul 18.00 di Penang kondisinya masih cukup terang karena waktu matahari tenggelam atau magrib sekitar pukul 19.00.  Suasana di pusat makanan belum ramai, beberapa tempat penjualan malah masih siap-siap. Namun memang sudah ada berapa rombongan yang mulai duduk di bangku-bangku dan memesan makanan. Di tempat itu bermacam-macam jenis makanan yang dijual, mulai makanan laut, daging dan berbagai makanan. Namun kita harus jeli juga karena tidak semuanya halal. Tapi tidak usah khawatir karena kita dapat dengan mudah membedakan kedai yang menjual makanan halal dan yang tidak.
Kamipun memilih untuk makan di tempat yang menyediakan rujak Pasembur yang merupakan makanan khas Penang atau Malaysia. Beda dengan di Indonesia dimana kita kenal rujak sebagai potongan buah-buahan yang dimakan dengan gula merah yang diuleg dengan kacang, cabe dan air asam jawa. Di Penang ini rujak Pasembur adalah campuran potongan makanan seperti empek-empek, tahu goreng, siomay, udang goreng, cumi goreng yang diguyur dengan kuah kacang serta potongan sayur seperti timun. Untuk membelinya kita memilih bahan-bahan yang tersedia, penjual lalu memotong-motong dan mengguyur dengan kuah kacang tanah.
Rujak pasembur
Semakin ramai pada malam hari

-------------------------------------------------