wisata hobby dan lingkungan hidup

Kamis, 28 September 2017

WISATA BOGOR : KEBUN RAYA DAN ISTANA PRESIDEN

Silahkan Klik Topik Lainnya :
Kegiatan Lingkungan dan Fakultas Teknik,  Wisata Padang Sumatra Barat,  Umroh Makkah Madinah,  Wisata Singapore,  Wisata Phuket Thailand,  Wisata Karimunjawa,  Wisata Malang Bromo,  Wisata Ende Flores,  Wisata Tidung Kepulauan Seribu,  Wisata Pangandaran,  Wisata BandungWisata Malang Batu,  Wisata Melaka Kuala LumpurWisata Penang Malaysia Wisata Bogor

Hari minggu tanggal 13 Agustus 2017 kami berangkat ke Bogor. Kami ke Bogor dalam rangka mengunjungi cucu kami Faatir. Karena sudah ke Bogor dan nginap disana, jadi sekalian kami manfaatkan untuk berwisata atau melihat Kebun Raya Bogor. Dengan mengendarai mobil, kami berdua berangkat pagi-pagi pukul 05.30 dari rumah di Cileunyi Bandung.
Alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak terkendala macet, jadi sekitar pukul 9 pagi kami sudah memasuki kota Bogor, dan langsung ke tempat cucu di jalan Raden Kan’an. Kami main-main disana dan nemanin Faatir bermain-main, apalagi kalau bukan main mobil-mobilan, bermacam-macam, ada truk pengangkut pasir, ekskavator, mobil pemadam kebakaran dan sebagainya. Bermacam robot-robotan, pokoknya rumah Faatir penuh dengan bermacam-macam jenis mainan. Kami senang sekali dan sangat menikmati momen bermain-main dengan cucu kami yang bulan September ini berusia 4 tahun. Faatir sangat energik dan selalu bergerak, jadi kami kadang-kadang kewalahan juga mengikuti irama geraknya.
Bersama Faatir
Siangnya kami menuju hotel yang terletak di Jalan Pajajaran. Dan karena sudah capek setelah perjalanan panjang dari Bandung, maka yang pertama dilakukan apalagi kalau bukan istirahat.. Hotel yang kami tempati, yaitu hotel Amaris, letaknya di jalan pajajaran dan sangat strategis, berhadapan dengan kebun raya bogor, jadi kalau mau ke kebun raya bogor, cukup menyeberang jalan. Sudah sampai, demikian juga kalau mau mengunjungi istana bogor yang letaknya satu kawasan dengan kebun raya.
Sore harilah kami isi dengan mengunjungi Mall Botani yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari hotel. Di tempat itu seperti Mall lainnya terdapat berbagai toko dan tempat makan (food court) dengan berbagai ragam pilihan.

Ke Kebun Raya
Hari senin 14 Agustus 2017, setelah breakfast di hotel, kamipun menuju kebun raya bogor. Ternyata jauh juga , memang di jalan pajajaran yang berseberang dengan hotel terdapat pintu masuk ke kebun raya. Tetapi ternyata pintu tersebut tutup dan kami harus masuk dari pintu pada sisi kebun Raya yang sebaliknya.
Karena tidak tahu, kamipun mencari petugas dan menanyakan dimana pintu masuk untuk ke Kebun Raya. Petugasnya hanya bilang “silahkan pak diteruskan memutar, nanti setelah Lawang Gintung, diteruskan dan akan ketemu gerbang masuk Kebun Raya. Kami berjalan dan sekitar 100 meter sudah ketemu dan melewati Lawang Gintung, kami kira mungkin sekitar 100 lagi sudah bisa masuk. Eh ternyata jarak yang kami tempuh keliling tersebut sangat jauh, meskipun pedestriannya bagus dan lapang. Hitung-hitung acara jalannya memutar tersebut jaraknya sekitar 2 km. Akhirnya kami sampai di gerbang utama kebun raya dan membeli tiket masuk. Harga tiket masuknya Rp 15.000, per orang.
Pintu masuk kebun raya
Monumen Olivia Raffles.
Begitu masuk kebun Raya Bogor kita langsung dapat melihat bangunan tugu putih beratap beton menyerupai gazebo dengan ukiran klasik gaya Eropa. Bangunan tersebut adalah tugu yang didirikan oleh  Thomas Stamford Raffles  , Liutenant Governor Inggris di Jawa antara tahun 1811 sampai 1816,  sebagai bukti cintanya kepada istrinya Lady Olivia Mariamne yang meninggal akibat penyakit malaria pada 26 nopember 1814.
Untuk mengenang istrinya tersebut, Raffles membangun tugu dan mengabadikan puisi yang yang ditulis oleh Olivia pada saat-saat menjelang kematiannya. Puisi yang menggambarkan betapa dalam rasa cinta antara mereka berdua. Puisi yang sangat romantis tersebut berbunyi : "Oh thou whom neer my constant heart, One moment hath forgot, Tho fate severe hath bid us part Yet still - forget me not"  Artinya : “ Kamu yang selalu berada di hatiku. Tak pernah sedikitpun kulupakan. Walaupun takdir memisahkan kita. Janganlah pernah lupakan aku”.
Monumen Olivia Raffles


“Jangan pernah lupakan aku”
Danau Gunting
Tidak jauh dari Monumen Lady Raffles kita langsung sampai di danau buatan yang, yaitu danau Gunting. Danau Gunting merupakan tempat yang cukup menarik dan banyak dikunjungi. Dari tepi danau itu kita juga bisa melihat istana bogor (istana presiden di seberangnya). Jadi satu sisi danau berada di kebun raya, sedang sisi lainnya merupakan halaman istana kepresidenan. Tentu saja karena istana kepresidenan merupakan tempat yang sangat penting, kita tidak boleh mendekat. Terdapat pagar yang menjadi batas pemisah yang tidak boleh dilewati. Demikian juga di tempat itu terlihat prajurit TNI yang bertugas menjaga keamanan. Tapi paling tidak kita bisa berfoto dengan latar belakang danau Gunting dan lokasi istana.


Danau Gunting


Istana presiden di seberang danau
Tugu Rafflesia
Tugu Raflesia Padma dibangun pada tahun 2017 ini dalam rangka memperingati ulang tahun ke 200 berdirinya kebun Raya Bogor. Bangunan tugu tersebut mirip dengan bunga Rafflesia dimana puncaknya berupa kelopak-kelopak bunga yang berlapiskan emas. Rafflesia Padma adalah bunga raksasa yang pernah tumbuh dan berbunga di tempat itu dan merupakan jenis bunga sama dengan bunga langka yang ditemukan di Bengkulu Rafflesia Arnoldi. Di sekitar tugu rafflesia kita juga dapat menemukan kolam yang indah dengan bunga teratai.
Tugu Raflesia

Kolam Teratai

Taman Meksiko
Tempat yang cukup menarik dan unik adalah taman meksiko. Taman ini unik karena yang ditanam di tempat itu adalah berbagai spesies kaktus. Jadi suasana yang dibangun seperti di daerah padang pasir yang gersang. Sangat berbeda dengan bagian-bagian kebun raya lain yang umumnya bernuansa tanaman yang subur dan rindang. Mungkin untuk menggambarkan Negara Meksiko yang banyak memiliki daerah yang bergurun dan ditumbuhi berbagai kaktus. Namun meskipun terkesan gersang, tanaman-tanaman tersebut cukup eksotis dan menjadi tempat yang indah untuk diabadikan.

Taman Meksiko

Selesai mengunjungi taman Meksiko kami kembali lagi ke gerbang keluar. Sebenarnya masih banyak sisi kebun raya bogor yang menarik untuk dieksplorasi dan dilihat. Saking luasnya, memang kita tidak cukup kalau hanya sekali berkunjung ke tempat ini. Banyak tempat menarik yang belum kami kunjungi, misalnya kebun anggrek, jembatan merah, taman Astrid.
Di seluruh kawasan Kebun Raya  , terdapat jalan-jalan yang bersih dengan tanaman-tanaman yang eksotis. Tanaman rumput juga rapih, disamping berbagai kisah sejarah yang menarik untuk dieksplorasi. Jadi kapan-kapan insya Allah kami mengunjungi Kebun Raya ini lagi.


Jalan yang asri

Istana Bogor
Selesai mengunjungi kebun raya bogor kami kembali menyusuri jalan keliling (kebun raya bogor), kali ini kami keliling sisi lainnya, yaitu untuk melihat bagian yang menjadi Istana Kepresidenan.


Gerbang istana kepresidenan

Sampai di depan pintu masuk istana bogor. Suasana pengamanannya terlihat sangat ketat, maklum lah namanya juga istana presiden, jadi harus benar-benar diamankan. Tapi kami tetap bisa menikmati keasrian kota Bogor dengan berjalan mengelilingi kompleks kebun raya dan istana tersebut. Adanya pedestrian yang bersih dan rapih sangat cocok untuk olahraga berjalan kaki dan menikmati keindahannya. Lalu lintasnya di jalan keliling kebun raya dan istana juga terlihat lancar dan tidak semrawut. Tidak seperti beberapa tahun yang lalu saat kami berkunjung yang terlihat macet dan semrawut. Mungkin karena sekarang sekeliling kebun raya dan istana Bogor semua lalu lintas memakai sistem satu arah. Tetapi susahnya kalau kita ingin menyeberang jalan sangat sulit karena kendaraan banyak melaju dengan kecepatan tinggi.


Lalulintas lancar

Senangnya lagi, dengan berjalan di trotoar di pinggir pagar istana, kita bisa melihat ke dalam dan menyaksikan banyak rusa totol yang memang dipelihara di istana Bogor. Kalau beruntung kita dapat menyaksikan satu atau dua ekor rusa yang agak jinak berada di tepi pagar dan bisa dilihat jelas. Bahkan kalau kita berbaik-baik dan tidak bersikap menakutkan, kita bisa menyentuh rusa-rusa lucu tersebut.


Kumpulan rusa di halaman istana


Ada yang jinak

Akhirnya pukul 11.30 kami sampai kembali ke hotel. Waktunya untuk check out dan kembali pulang ke Cileunyi Bandung. Sampai jumpa pada kesempatan lain, kami akan ke Bogor lagi, main-main dengan cucu lagi, dan keliling-keliling kota Bogor dengan berbagai tempat wisatanya. Termasuk juga menjelajah lagi kebun Raya yang luas dan kaya dengan spot-spot menarik.
------------------------------------

Minggu, 24 September 2017

MALANG BATU 3 : KAMPUNG WARNA WARNI, ALUN-ALUN TUGU

Hari ini acara kami adalah mengunjungi Kampung Warna Warni. Jadi pagi-pagi selesai breakfast di hotel maka kami siap-siap berangkat. Sekitar pukul 08,30 kami berangkat ke lokasi wisata tersebut. Jarak dari hotel hanya sekitar 3 km dan sekitar pukul 09.00 kami sudah sampai. Kampung warna warni terletak di beberapa RT yaitu RT 06, 07 dan 08 RW 02 Kampung Juanda Kelurahan Jodipan Kecamatan Belimbing, Kota Malang. Nama sebenarnya adalah Kampung Wisata Jodipan (KWJ) namun lebih dikenal sebagai Kampung Warna Warni. Lokasi ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari stasiun kereta api malang, dan sekitar 1 km dari alun-alun tugu dan alun-alun kota malang.
Kampung Warna Warni
Menurut ceritanya kampong jodipan tersebut tadinya merupakan daerah permukiman yang kumuh di kota malang. Namun kemudian ada beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan bimbingan dosennya menjadikan daerah itu sebagai lokasi kerja praktek. Mereka melihat bahwa meskipun kumuh tetapi lokasi tersebut bisa bagus untuk berfoto karena ada sungai Brantas, ada jembatan kereta api yang kokoh dan lembah. Jadinya mereka mencari dukungan da nada perusahaan cat yang bersedia membantu dengan menyumbangkan cat termasuk tukang cat untuk mengecat rumah-rumah yang ada. Akhirnya dengan gotong royong berbagai lapisan masyarakat maka terwujutlah pemandangan kampong dan rumah-rumah yang indah sehingga menjadi tempat kunjungan wisata yang menarik.
Waktu kami masuk ke kampunt itu masyarakatnya cukup ramah, kami hanya dikenakan biaya sebesar dua ribu rupiah per orang, itu juga ada semacam sufenir sebagai gantinya. Kelihatannya dengan adanya kampong yang indah tersebut dan banyak pengunjung yang dating, maka masyarakat disana juga terlihat bersemangat menjaga kebersihan kampong. Mereka juga ramah kepada para wisatawan dan mempersilahkan wisatawan berkeliling kampong dan mengambil foto-foto pada spot yang menarik. Selain rumah yang dicat warna-warni juga terdapat banyak mural untuk berfoto, diantaranya misalnya kita bisa berfoto seolah-olah mengecat dinding dan berbincang dengan pemiliknya dari jendela rumah.
Ada apa Bu ?

“Kami bantuin ngecat rumah Pak !!”

Mural Menara Miring
Setelah puas berkeliling dan foto-foto di kampong warna warni maka kamipun naik angkut menuju ke alun-alun tugu, jaraknya tidak jauh hanya sekitar 1 km maka kami sampai di alun-alun tugu. Alun-alun tersebut terletak pada bundaran yadi depan kantor walikota malang. Berbeda dengan alun-alun malang yang kami datangi pada hari pertama sampai di malang, di alun-alun tugu itu suasananya juga lebih sepi. Dan kayaknya tidak dimaksudkan sebagai pusat rekreasi dan kegiatan seperti alun-alun malang. Tidak terdapat kursi-kursi atau tempat bermain, namun berupa taman bunga yang indah dan dihiasi dengan berbagi ornament. Tapi bagus juga untuk tempat jalan-jalan, olahraga jogging atau sekedar jalan. Suasananya segar dan menyenangkan pemandangan, juga cocok untuk foto-foto.

Taman yang indah
Ciri khasnya adalah terdapat monument tugu di tengah, dikelilingi kolam air dan bunga-bunga teratai, taman kana, rumput yang hijau, bunga-bunga, termasuk juga hiasan bunga matahari dari besi yang dicat dengan indah dan serasi dengan bunga-bunga dan tanaman yang ada di taman.
Tugu di tengah kolam teratai
Kantor Walikota
Saat selesai keliling-keliling dan berfoto di alun-alun atau taman tersebut, kami melewati jalan depan kantor walikota dan melihat bus wisata seperti bus Bandros di bandung yang sedang parkir. Kami lalu nanya ke sekuriti yang ada di kantor walikota apakah bisa naik bus wisata tersebut dan kapan jadualnya ? Ternyata tidak ada jadual yang jelas. Sekuriti malah nyarankan besok pagi aja datang, tapi tidak ada kepastian apakah kita bisa ikut naik. Karena bus wisata itu sering sudah dipesan berbagai rombongan instansi pemerintah atau masyarakat tertentu, jadi untuk umum tidak ada kepastian bisa ikut.
Sayang sekali kami pikir, fasilitas yang mestinya bisa berguna untuk umum ternyata sulit untuk dinikmati masyarakat umum. Kayaknya sama seperti bus Bandros di Bandung yang sampai saat ini tidak bisa dinikmati oleh wisatawan secara bebas. Masih harus pesan untuk rombongan dan hanya untuk kalangan tertentu.
Mudah-mudahan dengan semakin majunya perkembangan kota Bandung dan Malang, nanti dapat menyediakan bus wisata regular keliling kota yang dapat dinikmati seluruh wisatawan. Hal itu akan sangat membantu bagi pengunjung untuk wisata keliling kota dan pasti akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang. Seperti yang kami nikmati saat berkunjung ke Kuala Lumpur, di kota itu bus nya malah disediakan gratis dan melalui rute wisata dan tempat belanja yang popular.
Bus Wisata Malang
Tidak berhasl naik bus wisata yang bagus, tersebut, kami meneruskan wisata dengan berjalan kaki. Ke arah barat, melewati jalan Simpang Mojopahit,  sekitar 500 meter sampai di toko Oen yang sudah ada sejak tahun 1930, Toko Oen tersebut menjual makanan seperti es krim dan berbagai roti serta snack. Ciri khas toko Oen tersebut adalah menu makanan yang ditulis dalam bahasa Belanda. Memang toko atau restoran tersebut merupakan tempat makan yang terkenal sejak zaman belanda. Dan memang toko itu juga menjadi tempat nostalgia wisatawan belanda yang dating, yang mungkin pada masa kecilnya pernah dtinggal di malang atau mungkin orang tua atau kakek neneknya pernah tinggal di malang.
Toko Oen ini mirip dengan toko Sumber Hidangan yang ada di jalan Braga kota Bandung. Makanan yang dijual juga mirip, yaitu es krim dan berbagai roti, snack bernuansa jaman dulu. Jadi ada suasana nostalgia bagi pengunjungnya, yang juga banyak dikunjungi oleh orang-orang tua. Di dinding kedua toko tersebut juga dihiasi dengan foto-foto kota pada zaman Belanda.
Toko Oen

Mencicipi es krim
Apel Strudel Malang
Jumat sore (17 Maret 2017) kami lewatkan dengan bersantai-santai di hotel karena besok hari sabtu kami akan meninggalkan Malang dan kembali ke Bandung. Kami akan naik kereta api Malabar yang berangkat dari kota Malang sekitar pukul 16.00. Sudah lumayan banyak objek wisata yang kami kunjungi di kota ini, jadi sore hari terakhir ini menikmati suasana hotel dan jalan-jalan di sekitarnya. Misalnya untuk makan malam kami cukup ke kedai Mie Soetoyo yang letaknya bersebelahan dengan hotel.  ada kedai mie soetoyo yang cukup enak. Di kedai kami memesan nasi goreng, mie Kwetiau dan minuman hangat. Demikian juga Citra dan Tyas juga berjalan-jalan di sekitar hotel, mereka mencari kuliner khas Malang yang lain.
Esok paginya selesai breakfast dan sebelum check out, acara kami adalah melengkapi oleh-oleh untuk dibawa pulang. Setelah pada hari Rabu kami membeli berbagai oleh oleh-oleh kripik tempe di toko Bu Noer, maka pada kesempatan ini kami membeli makanan atau kue yang sedang popular di kota Malang yaitu Malang Strudel. Strudel dengan berbagai varian tersebut dijual oleh perusahaan yang didirikan oleh artis atau selebriti terkenal Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar. Letak salah satu outletnya dekat dari hotel Amaris, yaitu di sebelah rumah sakit Lavalete, hanya berjarak sekitar 250 meter dari hotel.
Malang Strudel
----------------------------------------

Jumat, 22 September 2017

MALANG BATU 2 : JATIM PARK, MUSEUM ANGKUT, ALUN-ALUN

Pagi ini setelah selesai breakfast di hotel kami siap siap untuk menuju kota Batu yang berjarak sekitar 20 kilometer dari kota malang. Perjalanan dengan naik taksi ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit. Kota Batu menjadi prioritas penting bagi acara wisata kami karena kota ini sangat maju dalam pariwisata. Kota Batu terlihat sangat serius dengan pengembangan pariwisata. Di kota tersebut terdapat berbagai pilihan tempat rekreasi yang menarik, seperti Jawa Timur (Jatim) Park  1, Jatim Park 2. Jatim Park 1 terdiri dari Museum Tubuh dan Sience dan Coaster park. Sedangkan Jatim Park 2 mencakup Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Disamping juga terdapat hotel-hotel. Masih ada lagi yang sedang dikembangkan di kota Batu, yaitu Jatim Park 3 yang rencananya akan memiliki wahana rekreasi seperti : Dino Park, The Legend Star dan Music Gallery. Di kota ini juga terdapat wisata petik buah apel, ataupun Batu Night Spectacular yang terkenal dengan keindahan taman lampion. Keindahan Batu Night Spectacular dapat kita nikmati saat mengunjungi tempat itu pada malam hari. Ada lagi yang juga menarik, yaitu Museum Angkut.
Jadi pada pagi itu kami berangkat dari hotel sekitar pukul 08.30 menuju kota Batu. Objek wisata pertama yang kami kunjungi adalah Jatim Park 2, yaitu mengunjungi Batu Secret Zoo dan Museum Satwa. Pukul 09.30 Wahana wisata tersebut sudah terlihat ramai dengan pengunjung yang antri di pintu masuk. Untuk masuk ke dua wahana tersebut (Zoo dan Museum) hanya akan memerlukan satu tiket, yaitu sebesar Rp 120.000, per orang, dengan discount 30 % untuk hari senin sampai kamis, atau Rp 84.000,- per orang.

Batu Secret Zoo
Batu Secret Zoo yang merupakan kebun binatang, namun dibuat dengan sangat menarik. Area kebun binatang yang bersih, tertata rapi, hewan-hewan yang unik dan sehat. Konsepnya kebun binatang namun dengan letak berdekatan dan lokasi kandangnya berurutan. Diseling dengan tempat istirahat, food court, permainan dan asyiknya lagi berbagai tempat disana bisa dipakai untuk berfoto-foto, untuk selfi, termasuk juga berbagai binatang yang menarik.
Batu Secret Zoo dilengkapi berbagai sarana rekreasi untuk melengkapi binatang yang ada, antara lain komidi putar (Carousel), kolam renang, rumah hantu (horror house), permainan air “river adventure” berupa perahu sampan lengkap dengan “Kapal Nabi Nuh”, aquarium, binatang yang ada juga keren abis, penyewaan sepeda listrik, berbagai restoran dan fast food, savannah, tiger land (bermacam harimau), wahana Octopus. Juga ada water park, food court, masjid dan arena bermain anak-anak.
Batu Secret Zoo
Begitu masuk Zoo langsung kami disuguhkan suasana kebun binatang yang berbeda dengan kebun binatang yang biasa, kandang-kandang yang rapih dan bersih dan menampilkan binatang-binatang yang unik dengan informasi yang menarik. Misalnya ada monyet berkepala singa, kura-kura raksasa dan berbagai binatang yang sering kami lihat di National Geography. Salah satu binatang eksotis , contohnya adalah Pygmy Marmoset (Cebuella pygmaea) yang merupakan sejenis kera terkecil di dunia, namun kera tersebut mampu melompat sampai setinggi 5 meter serta dapat mampu memanjat pohon layaknya tupai. Hewan tersebut berasal dari Brazil. Makan serangga dan buah-buahan. Sedang habitat aslinya adalah hutan cemara dan tepi sungai.
Hanya sebesar tikus
Salah satu koleksi binatang yang sangat menarik di Zoo ini dan mendapat perhatian pengunjung untuk difoto-foto adalah kumpulan burung flamingo. Burung yang banyak berasal dari benua Amerika Dan Afrika tersebut mempunyai ciri khas yaitu sering berdiri dengan satu kaki. Dengan warna yang indah yaitu merah menyala, satwa tersebut sungguh sangant menarik. Ternyata warna merah tersebut baru timbul setelah satwa tersebut dewasa. Sedangkan saat mereka baru menetas dari telur warnanya abu-abu. Warna merah dan cerah tersebut timbul karena asupan beta karoten yang terkandung pada makanan mereka, seperti udang.
Red Cuban Flamingo
Tempat Selfi
Watussi

Di bagian savanah (hewan-hewan dari padang rumput di Afrika) kita bisa melihat antara lain Watussi (Boss watussi watussi) yang merupakan hewan asli dari benua Afrika. Watussi memiliki tanduk yang sangat besar dapat mencapai 2,4 m dari ujung ke ujung. Yang dipergunakan untuk pertahanan. Hewan ini dapat memiliki berat antara 410- 730 kg.
Kapal nabi Nuh
Water Park

Museum satwa :
Gedung museum satwa bersebelahan dan masih nempel dengan zoo. Jadi kami keluar zoo, langsung masuk dulu ke gedung museum satwa. Berbagai awetan hewan-hewan besar dari seluruh dunia. Termasuk harimau, singa, ular, gajah, gajah raksasa (mammoud), jerapah, kuda nil, zebra, singa, harimau. Awetan tersebut berada dalam kaca dan didekorasi sesuai dengan habitat yang sebenarnya. Kita dapat melihat beruang kutub di tengah salju atau singa di hutan afrika.
Museum Satwa
Hewan liar
Foto dengan "Gajah"
Museum Angkut
Selesai menikmati berbagai objek yang ada di Batu Secret Zoo dan Museum satwa, maka kami mengunjungi Museum Angkut. Yang terletak tidak jauh dari Jatimpark 2. Museum angkut ini adalah museum aneka transportasi dari berbagai dunia yang digabung dengan pasar apung. Museum yang berada pada gedung bertingkat tiga ini sangat besar sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mengelilinginya. Yang sangat menarik di tempat ini adalah terdapat banyak bermacam mobil mewah dan mobil antic yang dipamerkan, termasuk juga motor, pedati, kereta api, kendaraan perang, juga pesawat terbang, helicopter.
Beberapa hall memajang berbagai koleksi kendaraan dari masa ke masa. Termasuk mobil mobil mewah. Juga ada pesawat kepresidenan dengan poster besar pak Habbibie di dalam pesawat tersebut. Di dalam pesawat tersebut kita bisa bebas berpose dan berfoto termasuk juga berfoto di dalam cockpit pesawat.


Museum Angkut
Bagian lain dari Museum Angkut terdapat berbagai bangunan yang ditata dengan rapih dengan thema-thema yang menggambarkan beberapa kota di dunia. Misalnya Paris, kota gangster Chicago. Istana Kerajaan Inggris, Menara Eiffel. Pelabuhan Jakarta, Broadway Holiwood, Istana Buckingham,
Naik Vespa

Citra dan Tyas jadi Pilot
Alun-alun Batu
Hari sudah sore, setelah puas mengunjungi Museum Angkut kamipun menuju ke alun-alun kota Batu yang letaknya tidak terlalu jauh dari Museum Angkut. Di sisi alun-alun tersebut terdapat jalan yang ramai dengan berbagai penjual makanan. Sebelum masuk ke alun-alun kamipun singgah di salah satu warung yang ada. Warung makanan yang sudah terkenal tersebut adalah Pos Ketan. Di tempat tersebut kami memesan dan menikmati Ketan Duren dan minuman jeruk manis sebelum masuk ke alun-alun.
Pos ketan
Selesai makan ketan, saat itu sekitar pukul 17.00, kami memasuki alun-alun. Kami ingin mencoba untuk naik ferish wheel, ternyata wahana ferish wheel tersebut sedang istirahat, dan baru akan dibuka kembali pukul 18.30. jadi sambil menunggu pukul 18.30 kami duduk-duduk menikmati keindahan alun-alun tersebut. Di tempat itu terdapat berbagai permainan, antara lain air mancur, taman bunga, komedi putar, ferish wheel.
Ferish wheel
Alun-alun tersebut cukup rapih dan terawat, dengan pohon yang rindang, terdapat tugu buah apel ukuran besar yang menjadi lambang kota batu sebagai daerah penghasil buah apel. Dengan tempat duduk yang nyaman, serta adanya berbagai lampion yang memeriahkan suasana pada saat hari mulai gelap, dengan keindahan lampu yang berwarna warni, antara lain lampion sapi, singa dan lain-lain. Termasuk juga air mancur yang terlihat semakin indah dengan terpaan cahaya lampu warna-warni.
lampion sapi
Akhirnya menjelang pukul 19.00 kami berempat naik ferrish wheel. Seru juga diputar oleh “roda” ferish wheel naik ke puncak nya. Dari ketinggian tersebut kami bisa melihat suasana sekeliling kota Batu pada malam hari, dengan berbagai cahaya lampu dari bangunan-bangunan yang ada, serta pemandangan gunung-gunung yang mengelilingi kota wisata tersebut. Acara naik ferrish wheel tersebut merupakan acara terakhir wisata kami hari itu. Selanjutnya sekitar pukul 20.00 kami keluar dari alun-alun, dan naik taksi, kembali ke hotel di kota Malang.
----------------------------------

Senin, 18 September 2017

MALANG BATU 1 : BANDUNG, ALUN-ALUN DAN BAKSO PRESIDENT

Artikel Malang Batu yang lain :
Dari Bandung ke Malang , Jatim Park dan Museum Angkut ,  Kampung Warna Warni dan Alun-alun Tugu

Silahkan Klik Topik Lainnya :

Kegiatan Lingkungan dan Fakultas Teknik,  Wisata Padang Sumatra Barat,  Umroh Makkah Madinah,  Wisata Singapore,  Wisata Phuket Thailand,  Wisata Karimunjawa,  Wisata Malang Bromo,  Wisata Ende Flores,  Wisata Tidung Kepulauan Seribu,  Wisata Pangandaran,  Wisata BandungWisata Malang Batu,  Wisata Melaka Kuala Lumpur  Wisata Bogor

Malang dan sekitarnya (yaitu kota Malang, kab. Malang dan kota Batu) merupakan tempat wisata yang menyenangkan. Selain karena keindahan alamnya yang berada di pegunungan, berbagai fasilitas rekreasi juga banyak dibangun di daerah tersebut. Tak heran kota Malang dan kota Batu yang jaraknya hanya sekitar 20 km menjadi tujuan wisata yang popular di Indonesia.
Kami pernah berwisata ke Malang pada tahun 2013. Yaitu saat saya masih berdinas di Jakarta. Jadi untuk menuju kota Malang naik pesawat terbang dari Cengkareng dengan lama perjalanan sekitar 1 jam 15. Menit. Sekarang setelah beraktivitas penuh di Bandung, pilihan transportasi menuju Malang berbeda karena tidak ada penerbangan langsung dari Bandung. Kalau mau naik pesawat terbang, pilihannya ada dua pertama ambil penerbangan langsung Bandung ke Surabaya, dari Surabaya disambung dengan naik taksi atau mobil travel ke kota Malang. Pilihan lain dari bandara Sukarno Hatta Cengkareng ke Malang, berarti dari Bandung harus naik bus ke Cengkareng.

Rombongan tour Malang
Kami ambil pilihan ketiga, yaitu naik kereta api dari Bandung ke Malang. Karena kami juga sudah lama tidak melakukan perjalanan dengan kereta api. Akhirnya pada tanggal 14 Maret 2017 kami berempat, yaitu saya, istriku Tati, bersama putri kami Citra dan suaminya Tyas, berangkat menuju Malang. Ternyata perjalanan kereta api dari Bandung menuju Malang memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu 16 jam. Naik kereta api Malabar yang berangkat dari stasiun Bandung pukul 16.00.
Sekitar pukul 08.25  tanggal 15 maret 2017 kereta api  sampai di stasiun Malang. Setelah semalaman perjalanan panjang, dan pagi hanya makan roti dan kopi di kereta api. Maka tujuan pertama adalah mengisi perut. Untuk itu putri kami Citra sudah memiliki daftar tempat makan yang direkomendasikan untuk kami nikmati saat wisata di Malang dan Batu kali ini. Tempat makan yang pertama akan kami kunjungi untuk sarapan adalah Pecel Kawi yang legendaris. Karena nasi pecel merupakan makanan khas yang harus dicoba jika kita berada di kota Malang. Kedai pecel tersebut terletak di jalan kawi  yang jaraknya hanya sekitar 3 km dari stasiun kereta api. Sehingga dapat dicapai dengan naik angkot dengan waktu hanya sekitar 10 menit.
Selanjutnya karena hari masih pagi  yaitu baru sekitar pukul 10.30 dan masuk ke hotel juga belum bisa, maka selesai makan kami sempatkan untuk mengunjungi alun-alun kota Malang yang terletak di jalan Merdeka, yang dari jalan Kawi juga cukup dekat yaitu hanya sekitar 1 km.
Air mancur
Meskipun hari cukup panas, tapi senang juga kami dapat menikmati indahnya alun-alun kota Malang tersebut. Alun-alun yang bisa menjadi tempat rekreasi keluarga yang murah dan menyehatkan. Tanamannya di atur secara rapi, termasuk juga terdapat kandang burung merpati. Kami melihat banyak juga masyarakat yang mengunjungi alun-alun, ada yang duduk-duduk atau menemani anak-anak yang bermain-main dan berlarian.
Alun-alun
Satu hal menarik yang sulit kami temui pada taman-taman di kota Bandung atau kota-kota lainnya adalah tidak adanya pedagang kaki lima yang memenuhi taman dan mengganggu kenyamanan pengunjung taman atau malah merebut hak warga dengan dengan membuka warung di kursi atau bangku yang harusnya merupakan fasilitas pengunjung serta mengotori taman dengan sampah. Mungkin hal ini dapat jadi studi banding bagi kota-kota lain dalam pengelolaan taman.
Suasana asri
Ini catatan yang khusus tentang Malang. Di salah satu sudut alun-alun Malang ada tulisan dan gambar seperti ini :  ayas  .. (gambar hati) ngalam. Biasanya yang kita lihat  seperti  :  I  .. (gambar hati) Indonesia (maksudnya saya cinta Indonesia). Benar !!! inilah ciri khas Malang , pakai bahasa dengan tulisan terbalik. Dan ciri khas itu sangat luas dipakai. Misalnya “Kera Ngalam” , berarti “Arek Malang”. Jadi kalau ayas  .. (gambar hati) ngalam” berarti : “Saya cinta Malang”. Benar-benar suatu kearifan lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Sedangkan di sebelah Barat alun-alun kita bisa melihat Masjid Jamek yang indah.
Maksudnya "Saya Cinta Malang"
Masjid Jamek
Sekitar pukul 11.30 kamipun nyari taksi dan menuju hotel Amaris yang terletak di jalan Sutoyo. Alhamdulillah sekitar pukul 12.00 tersebut kami sudah bisa check in. Dan tiba waktunya untuk beristirahat setelah semalaman perjalanan panjang naik kereta api dari Bandung.
Sore hari setelah sholat Ashar, pukul 16.00 kami pesan taksi dan keluar hotel. Tujuan pertama adalah mencari oleh-oleh. Mumpung ada waktu sebelum besok acara penuh untuk mengunjungi berbagai objek wisata utama, dan sore hari tersebut badan masih agak capek dan waktunya tanggung untuk mengunjungi objek wisata, maka waktu tersebut dimanfaatkan untuk membeli oleh-oleh khas Malang.
Untuk itu kami kunjungi salah satu toko oleh-oleh yang terkenal, yaitu Bu Noer di jalan Ciliwung II Malang. Di toko Bu Noer tersebut dijual berbagai penganan dan oleh-oleh khas malang. Namun yang menjadi ciri khas dan andalan utama adalah keripik tempe yang memang menjadi oleh-oleh tradisional khas Malang disamping apel Malang. Di tempat ini dijual berbagai varian rasa keripik tempe, yang dimasak dengan rasa berbagai daun-daunan dan bumbu, seperti rasa keju, rasa pedas, daun jeruk, seledri, ayam bawang, udang,kemangi. Jadi kami membeli keripik tempe dengan beberapa rasa varian, serta makanan-makanan yang lain, seperti keripik nangka dan makanan ringan yang lain.
Selesai membeli oleh-oleh, kami singgah menikmati kuliner Malang, yaitu Mie Baso Presiden yang terletak di jalan Batang Hari. Kami bertanya-tanya dari mana dapat nama Bakso President ? Apakah restoran bakso tersebut sering didatangi Presiden ?  Ternyata tidak, nama Baso President disematkan karena Bakso tersebut berawal dari sebuah warung yang didirikan tepat di belakang bioskop President Malang oleh Bapak Sugito pada tahun 1982.
Bakso President
Di warung bakso tersebut kita dapat puas menikmati berbagai bakso yang enak dan enak dan beranekaragam. Mulai dari bakso biasa, bakso telur, bakso urat, baso bakar, bakso udang. Sampai siomay, ati ampela, Pokoknya komplit. Lontong, mie. Tinggal pilih sesuai selera. Yang lucu lagi lokasi bakso presiden tersebut terletak di pinggir jalan kereta api, sehingga pada saat kereta api lewat, para pengunjung dapat menikmati sensasi getaran dan riuh rendahnya suara kereta api yang melintas.
Di dalam ruangan
Selesai puas menikmati lezatnya makan bakso di bakso President, kami kembali ke hotel Amaris. Untuk kembali ke hotel tersebut cukup ditempuh dengan berjalan kaki, karena sebenarnya antara jalan Batang hari tempat lokasi Bakso President merupakan jalan yang parallel dengan dengan jalan Sutoyo tempat hotel Amaris. Jadi untuk kembali ke hotel kami cukup melewati gang yang ada di sebelah bakso President, sekitar 100 m sudah sampai di jalan Sutoyo, dan 50 meter berjalan sampai di hotel.
--------------------------------------------