wisata hobby dan lingkungan hidup

Memuat...

Selasa, 26 Juli 2016

WISATA GREEN CANYON, CIJULANG PANGANDARAN

Nama asli lokasi wisata ini adalah Cukang Taneuh, namun sangat dikenal secara luas sebagai Green Canyon yang asalnya dipopulerkan oleh seorang wisatawan berkebangsaan Perancis pada tahun 1993. Green Canyon terletak di desa Kertajaya, kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Tertarik dengan nama tempat wisata Green Canyon yang dikenal luas oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara, maka pada tanggal 19 Juli 2016 pukul 06.30 pagi hari, kami berempat, yaitu saya, istri beserta anak dan menantu meluncur dari rumah kami di Cileunyi ke Pangandaran.

Melaju di sungai yang indah
Untuk menuju ke wisata Green Canyon, setelah perjalanan Cileunyi melewati Nagrek, Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan masuk kota Banjar, perjalanan dilanjutkan menuju Pangandaran. Saat menjelang masuk ke pantai Pangandaran berbelok ke kanan atau arah Barat menuju Parigi yang merupakan ibukota kabupaten Pangandaran. Perjalanan dilanjutkan sekitar 30 km menuju kecamatan Cijulang.

Tulisan terkait : Dari Bandung ke Pangandaran , Melihat Sunset dan Sunrise di Pangandaran  Tempat Wisata Pangandaran  Cagar Alam Pangandaran  Wisata Green Canyon

Kami sampai di Pangandaran pada pukul 12.00 dan dilanjutkan ke Cijulang dan sampai di sana sekitar pukul 13.00. Dari terminal Cijulang lokasi Green Canyon hanya sekitar 2 km saja. Namun kami tidak langsung singgah di Green Canyon, namun melewatinya dan menuju ke kawasan Batu karas, karena kami merencanakan menginap di pantai Batu Karas tersebut. Jarak antara Green Canyon dengan batu karas sekitar 8 km, namun jalannya lebih kecil dan sebagiannya kondisi berlubang, jadi memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk menempuhnya.
Jadi kami check in dulu di hotel dan dilanjutkan makan siang di sebuah rumah makan yang berlokasi di tempat wisata tersebut. Selesai makan kami kembali ke lokasi wisata Green Canyon.


Gerbang Green Canyon
Cuaca cukup cerah ketika pukul 14.30 kami sampai di pintu gerbang Green Canyon. Memang karena cuaca siang tersebut cukup cerah (setelah pagi sampai siang cuaca bervariasi diselingi oleh mendung dan hujan ringan) kami memutuskan untuk segera ke tempat itu dan tidak menunggu esok hari. Karena memang menurut informasi serta saran dari pihak hotel tempat kami menginap, lebih baik sore ini berkunjung ke Green Canyon, mumpung cuaca sedang cerah. Karena kalau hari hujan, air di sungai Cijulang dan Green Canyon sering terlihat keruh dan tidak jernih, bahkan kalau hujan besar  kadang-kadang tempat wisata itu ditutup karena air sungainya selain deras juga berwarna kecoklatan dan tidak menarik.

Dermaga perahu
Lokasi dermaga untuk wisata tersebut terletak di pinggir sungai Cijulang serta juga dipinggir jalan raya. Di seberang jalan terdapat lapangan parkir yang luas yang dikelilingi oleh kios-kios penjual makanan dan cenderamata. Kamipun masuk dan membeli karcis naik perahu untuk menyusuri sungai Cijulang menuju lokasi Green Canyon. Karcis perahu motor adalah sebesar Rp 150.000, dan setiap perahu dapat dinaiki oleh maksimal 5 orang penumpang (selain awak perahu). Kalau di perjalanan menyusuri sungai atau di lokasi Green Canyon penumpang ingin berenang, maka dikenakan biaya tambahan untuk berenang sebesar Rp 100.000,-.
Kamipun naik perahu dan perahu mulai bergerak. Di perjalanan saya baru sadar bahwa kami tidak memakai baju pelampung, setelah melihat perahu lain melintas dan penumpangnya memakai baju pelampung. Kelihatannya di perahu kami juga terdapat baju pelampung, tetapi karena tidak ada SOP yang ketat, awak perahu tidak memberikan baju pelampung untuk dipakai. Mau menegur bagaimana, takut kalau ditegur malah akan ngadat. Apalagi perahu sedang melaju kencang, dengan sedikit ketar ketir sayapun diam-diam saja mengikuti perjalanan.
Sangat disayangkan, harusnya merupakan kewajiban pengelola tempat wisata untuk selalu mengawasi dan memastikan seluruh penumpang memakai baju pelampung. Saran saya kepada pengelola agar selalu memastikan setiap perahu berlayar mengikuti aturan keselamatan karena itu tanggungjawab mereka. Lucu kalau para pengunjung yang harus menegur , suasana wisata bisa jadi rusak karena orang ditegur kan biasanya kesal.

Air sungai yang jernih
Tulisan terkait : Dari Bandung ke Pangandaran , Melihat Sunset dan Sunrise di Pangandaran  Tempat Wisata Pangandaran  Cagar Alam Pangandaran  Wisata Green Canyon

Perahupun yang kami naiki melaju menyusuri sungai Cijulang menuju lokasi Green Canyon yang jaraknya sekitar 4 kilometer. Pemandangan di kiri kanan sangat indah dengan pepohonan yang rindang, serta air sungai yang jernih dan kehijauan. Sesekali kami berpapasan dengan perahu yang baru balik dari lokasi air terjun. Karena memang setiap perahu bertujuan menuju hulu sungai Cijulang yang merupakan lokasi air terjun. Di tempat itulah yang menjadi spot utama wisata Green Canyon.
Setelah berlayar sekitar 20 menit sampailah kami di lokasi tersebut. Menjelang lokasi tersebut pemandangan menjadi gelap karena kami melewati bagian sungai yang sempit dan terowongan dimana cahaya tidak dapat masuk. Selanjutnya sampailah di lokasi air terjun dengan cahaya yang muncul dari ketinggian air terjun.
Perahu parkir di tepi air terjun yang hanya setinggi sekitar 2-3 meter. Disitu pengunjung bisa turun dan naik ke tebing di tepi air terjun. Sebagian pengunjung juga bisa berenang di lokasi tersebut, baik di tepi sungai atau di bawah air terjun.

Terowongan
Air terjun


Terasa gemercik air serta tetesan air yang memercik hingga ke dalam perahu. Pemandangan yang sangat indah, di kejauhan ke hulu air terjun kecil sekitar jarak 100 meter terdapat air terjun yang tinggi yang sangat indah karena dari atasnya muncul cahaya. Berbeda denga lokasi perahu parkir (di hilir air terjun kecil) yang gelap, lokasi di hulu terlihat terang. Kebanyakan pengunjung turun dari perahu dan naik ke bukit di sisi air terjun mini, sebagian lain termasuk kami menunggu di perahu karena takut licin, menikmati indahnya pemandangan sekitar dari atas perahu.

Keindahan air dan tepian sungai
Setelah sekitar 20 menit kami singgah di lokasi air terjun, serta naik ke bukit di sisi air terjun, maka anak dan menantu kami pun kembali ke perahu. Mereka cukup puas melihat keindahan Green Canyon, mengambil foto-foto. Sementara kami tidak ikut karena batu-batu dan jalan ke air terjun cukup licin. Perahu layar kami memutar arah dan kembali berlayar menyusuri sungai kembali ke pangkalan atau dermaga Green Canyon. Kami sampai kembali menjelang pukul 16.00 atau menjelang tutup tempat wisata itu. Jadi memang waktu yang diperlukan untuk wisata sekitar 1 jam 20 menit, tanpa berenang. Kalau ditambah dengan berenang akan memerlukan waktu sekitar 2jam. Hal tersebut harus diperhitungkan karena tempat wisata tersebut tutup pada pukul 16.00. Oh iya, jadual lengkap tempat wisata Green Canyon adalah sebagai berikut : Hari Senin sampai Kamis pukul 07.30 sampai 16.00. Jumat : 13.00 16. Sabtu dan Minggu  pukul 07.00 sampai 16.00.


Kembali ke pangkalan
Alhamdulillah kami cukup puas menikmati keindahan wisata Green Canyon. Kecuali masalah baju pelampung, system pentaripan dimana biaya ditentukan sebesar Rp 150.00,- per perahu, dibayar di loket, tanpa tawar menawar lagi dengan awak perahu sangat baik dan memudahkan wisatawan. Namun di tempat parkir taripnya tidak jelas. Tidak ada loket atau gardu parkir seperti yang ada di mal-mal atau Bandara misalnya. Jadi taripnya hanya ngasih ke petugas dan tidak ada tanda terima. Saya nyari-nyari pengumuman berapa sebenarnya tarip parkir, tapi tidak ketemu. Mudah-mudahan penyelenggara dapat memperbaiki soal keselamatan (baju pelampung) dan tarip parkir sehingga pengunjung akan lebih senang datang dan pemerintah mendapat pemasukan yang lebih baik dari pariwisata.
-----------------------------------------------------------
Tulisan terkait : Dari Bandung ke Pangandaran , Melihat Sunset dan Sunrise di Pangandaran  Tempat Wisata Pangandaran  Cagar Alam Pangandaran  Wisata Green Canyon