wisata hobby dan lingkungan hidup

Selasa, 18 Februari 2020

FTPA UNWIM STUDI BANDING KE SEMARANG


Salah Satu Kota Terbersih Se-Asean
Pada tanggal 4 dan 5 Februari 2020, Fakultas Teknik Perencanaan dan Arsitektur (FTPA) Universitas Winaya Mukti (UNWIM), mengadakan studI banding ke Semarang yang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki predikat sebagai kota paling bersih di Asia Tenggara. Untuk tahun ini kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen prodi-prodi yang ada  di FTPA, karyawan, ikut juga Rektor UNWIM yang menambah semarak perjalanan kami.

Jalan di tengah kota
Penghargaan sebagai kota terbersih ini diberikan pada Kamis, 16 Januari 2020 dalam ASEAN Tourism Forum 2020 yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Darussalam. Untuk mendapatkan predikat ASEAN Clean Tourist City Standard, Semarang harus memenuhi beberapa kriteria penilaian diantaranya manajemen lingkungan, kebersihan, manajemen pengolahan limbah, kesadaran tentang perlindungan dan kebersihan lingkungan, penyediaan ruang hijau, keselamatan kesehatan, dan keamanan kota serta infrastruktur dan fasilitas pariwisata.




Lawang Sewu
Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Lawang Sewu, yang merupakan kantor administrasi NIS atau Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij yang merupakan salah satu perusahaan kereta api terpenting di Hindia Belanda. Pembangunan Gedung Lawang Sewu di atas lahan seluas 18.232 m2 dilakasanakan secara bertahap , bangunan utama dimulai pada 27 Februari 1904 hingga 1juli 1907 untuk bangunan utama, sedangkan bangunan tambahan pembangunannya dimulai 1916 hingga 1918. Bangunannya dirancang oleh Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag, arsitek dari Amsterdam. Bangunan di desain menyerupai huruf L serta memiliki jumlah jendela dan pintu yang banyak sebagai sistem sirkulasi udara. Karena jumlah pintunya yang banyak maka masyarakat menamainya dengan Lawang Sewu yang berarti seribu pintu. Jumlah blok pintu sebenarnya ada 429, jika dihitung dengan daun pintunya, jumlahnya mencapai 928. Lawang Sewu dipugar dan direnovasi tahun 2011, menjadikan bangunan ini semakin cantik di sore dan malam hari dengan penambahan lampu-lampu sehingga menimbulkan kesan romantis. Penambahan lampu-lampu dilakukan untuk menghapus kesan mistis dari tempat ini, usaha yang dilakukan pemerintah setempat nampaknya berhasil dengan semakin banyak pasangan yang melakukan foto preweding.

Halaman depan gedung utama

Kegiatan yang paling diminati ketika di Lawang Sewu adalah berfoto ria, hampir semua sudut dapat dijadikan spot menarik yang cocok untuk latar belakang selfie. Yg pertama, tentunya di halaman depan Gedung utama. Bagian teras tempat pintu- pintu berjejer. Gedung ini dirancang dengan penuh pertimbangan. Selain memiliki banyak pintu untuk sirkulasi, untuk alasan keamanan, ruangan-ruangannya juga dibuat saling terhubung.

Di dalamnya Gedung, terdapat satu spot keren yang ada di bawah kubah gedung utama. Berupa hiasan dinding kaca patri pabrikan Johannes Lourens Schouten. yang ada di bawah kubah gedung utama. Hiasan kaca patri ini terbagi dalam 4 panel besar yang masing-masing memiliki cerita tersendiri. Inti dari lukisan tersebut adalah kemakmuran dan keindahan alam Semarang dan Jawa yang dianggap menjadi milik Hindia Belanda. Ornamen lain yang menarik di Lawang Sewu antara lain ornamen tembikar pada bidang lengkung di atas balkon, kubah kecil di puncak menara air yang dilapisi tembaga, dan puncak menara dengan hiasan perunggu.

Deretan lawang sewu

jangan sampai ketinggalan untuk berpose di depan lokomotif kuno yang ada di halaman. Lokomotif hitam yang kabarnya beroperasi hingga tahun 1980 ini dibuat pada tahun 1908

Di bawah kubah utama

Lokomotif kuno
Halaman tengah gedung, tangga, jendela, pelataran dan lainnya juga sangat menarik untuk berswafoto





Selain dari bangunan untuk berfoto ria, di Lawang Sewu juga bisa untuk menambah pengetahuan bagi yang menyukai sejarah perkeretaapian , terdapat museum kereta api untuk belajarsejarah  perkereta apian di Indonesia dan perpustakaan yang berisi berisi buku-buku lengkap tentang kereta api. Selain itu ada juga  sejarah Lawang Sewu hingga dipugar tahun 2011, berbagai macam artefak, foto, tiket kereta api kuno, duplikat lokomotif, diorama, mesin tik, mesin hitung dll.
Hari menjelang malam, setelah puas mengelilingi gedung dan berfoto di spot-spot menarik, diiringi rintik hujan kami bersiap-siap untuk menuju lokasi selanjutnya.

Sumber :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.