wisata hobby dan lingkungan hidup

Minggu, 22 Mei 2016

SINGAPORE 4 : MENGUNJUNGI MUSEUM KURA-KURA DI CHINESE GARDEN

Wisata Singapura yang lain : 1. Dari Bandung ke Hotel Nuve Singapura  2. Seputar Bugis dan Rochor Canal  3. Pulau Sentosa Universal Studio  4. Chinese Garden dan Museum Kura-kura  5. Garden by the Bay Supertree Marina  6. Belanja di Mustafa dan Orhard Road

Hari ini kamis tanggal 11 Mei 2016. Pukul 08.00 kami keluar hotel untuk mengunjungi Chinese Garden. Untuk menuju lokasi tersebut dari stasiun Bugis kami naik MRT jalur hijau menuju arah Joo Koon. Perjalanan tersebut cukup jauh karena harus melewati 12 stasiun. Namun jarak yang jauh tidak menjadi masalah di Singapura. Sekitar 35 menit, 12 stasiun MRT tersebut terlewati dan sampailah kami di stasiun Chinese Garden.
Turun di Chinese Garden, di luar stasiun ada jalan setapak persis di depan stasiun (ada petunjuknya). Selanjutnya melewati lapangan rumput yang cukup luas, dengan panjang sekitar 400 meter. Begitu memasuki kawasan Chinese Garden terasa suasana yang tenang serta nyaman, Taman, pohon dan tanaman yang hijau dan asri. Sangat berbeda dengan hiruk pikuk dan kesibukan Singapura umumnya. Chinese Garden merupakan tempat untuk bersantai, tenang, setelah mengunjungi berbagai objek wisata atau belanja di Singapore. 

Lapangan luas
Selepas melewati jalan di tengah lapangan rumput sepanjang 400 meter, telah menanti jembatan berwarna merah yang indah. Jembatan tersebut seolah-olah menjadi penghubung antara kawasan taman di stasiun MRT dengan Chinese Garden. Persis di ujung jembatan, terdapat pos atau gardu pengawas serta papan petunjuk arah dan peta kawasan tersebut. Dari peta terlihat bahwa arah sebelah kiri merupakan jalan menuju Japanese Garden, sedangkan sebelah kanan menuju Chinese Garden.

Jembatan Merah
Ternyata, dengan melihat dari papan petunjuk tersebut, kita mengetahu bahwa pintu masuk dari stasiun MRT merupakan pintu belakang Chinese Garden, sedang pintu utamanya (West Entrance) berada pada sisi yang berlawanan. Jadi kami mengunjungi dari arah belakang arah depan. Tapi sebenarnya tidak masalah kita melewati dari pintu belakang. Karena memang akses dari stasiun MRT merupakan akses yang paling mudah. Kita juga dapat berjalan dari arah pintu stasiun MRT menuju arah pintu utama.
Dan hebatnya lagi, dengan taman yang sangat indah, asri dan luas ini dapat dimasuki dan dinikmati tanpa perlu membeli tiket alias gratis. Benar-benar pemerintah Singapura sangat memperhatikan dan menyediakan ruang-ruang, taman-taman yang indah untuk dinikmati oleh masyarakat luas. Tadinya dalam bayangan kami pasti ada tiket masuk serta terdapat berbagai lokasi komersil yang menjual makanan dan lain-lain, ternyata dugaan kami salah. Chinese Garden ini merupakan lokasi rekreasi bagi masyarakat. Kecuali memang ada satu lokasi di dalamnya, yaitu Museum Kura-kura dengan tiket masuk seharga 5 SGD untuk dewasa, 3 SGD untuk anak-anak dan 3 SGD untuk Senior Citizen.

Peta Chinese Garden
Begitu memasuki Chinese Garden, kami disambut dengan bangunan Pagoda berlantai tujuh yang indah. Bangunan Pagoda didominasi dengan dinding berwarna putih serta atap yang berwarna merah. Di sekeliling pagoda terdapat lapangan rumput yang luas dan hijau dengan pohon-pohon yang rindang. Terdapat anak tangga serta pohon-pohon bunga-bunga di tepinya yang menjadi jalur untuk memasuki pagar halaman pagoda yang berwarna putih.


Lepas dari bangunan Pagoda kami berjalan melewati jalan beraspal, kemudian berbelok menyeberangi danau atau kolam dengan meniti “jembatan” dari batu-batu besar. Kolam tersebut cukup asri dan ditanami tanaman air, yang menjadi tempat binatang air. Jelas terdengar suara katak berbunyi yang cukup keras, kalau didengar selintas mirip gonggongan anjing. Sampailah kami di lokasi taman Bonsai (Bonsai Garden).

Bonsai Garden
Di taman Bonsai terdapat berbagai jenis tanaman bonsai yang indah. Pada lokasi tersebut juga terdapat bangunan khas China dengan dominasi warna merah yang indah. Taman bonsai tersebut dikelilingi oleh telaga dan  di kejauhan dapat dilihat jembatan yang indah yang merupakan jalan yang menghubungkan Chinese Garden dengan Japanese Garden.

Telaga dan jembatan
Objek terakhir yang kami kunjungi di Chinese Garden apalagi kalau bukan Museum kura-kura. Menurut sertifikat Guiness World Record yang tercantum di Museum tersebut, terdapat koleksi sebanyak 3.456 kura-kura dan penyu, dimana lebih dari 1.000 ekor nya masih hidup. Kura-kura dan penyu tersebut merupakan koleksi dari seorang Singapore yang bernama Danny Tan. Bagi etnis China kura-kura mempunyai tempat tersendiri karena melambangkan umur yang panjang dan keberuntungan.

Museum Kura-kura
Setelah membayar tiket masuk sebesar masing-masingnya 5 SGD, kami juga membeli seikat kangkung seharga 2 SGD. Kangkung adalah makanan kura-kura, jadi kami dapat memberi kangkung tersebut, dan kura-kura akan datang merebutnya. Memberi makan kura-kura dengan kangkung memang menjadi suatu acara yang memacu adrenalin, ratusan kura-kura berada di dalam kolam. Begitu kangkung disodorkan, ratusan kura-kura akan berkumpul dan mengejar kangkung.

Memberi kangkung ke Kura-kura
Selain ratusan ekor kura-kura berukuran sekitar 10 sampai 20 cm yang ada di kolam, museum tersebut juga mengkoleksi berbagai kura-kura dengan ukuran yang lebih besar. Beberapa ekor kura-kura ukuran besar tersebut dibiarkan berkeliaran di jalan setapak dan rerumputan. Mungkin yang dibiarkan berjalan-jalan bebas tersebut merupakan kura-kura yang agak jinak. Yang lainnya dikurung pada bak-bak semen dan tidak dapat berjalan bebas. Di atas kandang tersebut juga terdapat tulisan : hati-hati , berbahaya !!!.

Kura-kura raksasa
Disamping itu juga terdapat koleksi kura-kura atau penyu yang disimpan di aquarium. Banyak kura-kura tersebut merupakan koleksi atau peliharaan dari masyarakat, yang kemudian pemiliknya bosan atau tidak sanggup  lagi memeliharanya, maka diserahkan ke Museum untu dipelihara. Di Museum tersebut juga dijual berbagai pernik-pernik dan suvenir berbentuk kura-kura.
Puas melihat berbagai jenis kura-kura dengan Pernik-perniknya, maka kamipun berjalan kembali keluar menuju stasiun MRT Chinese Garden.  Karena Museum kura-kura letaknya tidak jauh dari pintu utama Chinese Garden, maka kami singgah sejenak dan berfoto di Jembatan Pelangi Putih yang menuju pintu utama Chinese Garden. Selanjutnya kami kembali melewati rute yang kami lalui saat dating menuju stasiun MRT. Masih ada beberapa objek di Chinese Garden yang tidak sempat kami kunjungi, namun hari sudah siang, keringat bercucuran dan cukup capek. Mungkin nanti ada kesempatan lain bisa berkunjung ke tempat ini lagi.

White Rainbow Bridge

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.