wisata hobby dan lingkungan hidup

Selasa, 03 Maret 2015

BERKUNJUNG (LAGI) KE ALUN-ALUN DAN GEDUNG MERDEKA BANDUNG


Silahkan Klik Topik Lainnya :


Kami orang Bandung, tapi lama tidak mengunjungi alun-alun Bandung. Rasanya dari waktu ke waktu kondisinya tidak berubah. Padat dan tidak beraturan. Padahal alun-alun adalah pusat kota dan pusat keramaian. Untuk dua hal ini memang benar, lokasinya di tengah kota dan sangat ramai.  Tapi senangkah berkunjung kesana dan berekreasi bersama keluarga ? Rasanya tidak. Kalau pun ke sana, paling-paling rekreasinya ke Mall lagi. Anak-anak mungkin senang ke Mall, mungkin tidak terpikir untuk berekreasi yang lebih menyehatkan badan dan menyejukkan hati dan pikiran. Jadinya yang gampang adalah main ke Mall, dengan risiko mengeluarkan uang yang lumayan, makan fast food, main permainan elektronik, dan belanja.
Baru saat libur 19 Februari 2015 lalu saat kami kedatangan kerabat dari luar kota yang  ke Bandung. Salah satu acara mereka adalah mau berkunjung ke Alun-alun. Tapi saat itu kami masih telat mikir juga, ngapain sih ke Alun-alun ?  Cuma nanyanya hanya di dalam hati. Yah mungkin mereka dari luar kota jadi perlu juga melihat pusat kota Bandung.
Baru beberapa hari kemudian di tivi ada program yang menayangkan tentang perkembangan kota Bandung, termasuk Alun-alunnya, wah kok menarik sekali. Benar nih ada perubahan di alun-alun kota Bandung. Dan ternyata sudah diekspos kemana-mana, bahkan yang dari luar kota sudah banyak yang lihat.
Jadilah pada hari minggu tanggal 1 Maret 2015 kami mengunjungi Alun-alun kota bandung. Kami berangkat naik bus kota dari Cibiru pukul 08.00. Pilihan naik bis cukup logis karena tempat parkir di alun-alun pasti sangat terbatas dan kondisi sekitarnya yang macet. Perjalanan lancar dan sampai di alun-alun pukul 09.00. Ternyata disana sudah dipenuhi oleh para pengunjung yang kebanyakan keluarga bersama anak-anak. Memang kondisi alun-alun kota Bandung saat ini sangat berubah dan benar-benar keren. Anak-anak serta orang tua pada ramai bermain di rumput sintetis yang berwarna hijau dan ditata rapih.
Alun-alun dan Mesjid Raya sebagai latar belakang
Rumput sintetis yang indah
Oh iya, untuk masuk ke area rumput buatan tersebut para pengunjung harus membuka alas kaki (sepatu atau sandal), kami juga sudah siap-siap dari rumah. Sepatu dilepas , masukkan kantung plastic dan simpan di ransel. 
Alas kaki harus dilepas
Kami ikut bergabung dengan keriuhan anak-anak yang bermain bersama para orang tuanya, sambil membayangkan nanti bawa cucu untuk bermain bola di taman alun-alun. Mudah-mudahan kondisi taman tersebut tetap bagus sebagai sarana rekreasi yang sehat bagi warga bandung.
Gedung Merdeka
Setelah sekitar satu jam menikmati keindahan taman alun-alun Bandung, kami pun berjalan menyusuri jalan Asia Afrika di sekitar alun-alun arah ke Timur.  Berjarak sekitar 200 meter dari alun-alun sampailah kami ke gedung bersejarah, yaitu gedung Merdeka yang menjadi tempat penyelenggaraan Konperensi Asia Afrika yang diikuti oleh 29 negara dan berlangsung dari tanggal 18 sampai 24 April tahun 1955. Jadi tahun ini akan berulang tahun ke 60.
Sekarang di Gedung merdeka tersebut terdapat Museum Konperensi Asia Afrika. Dan kami surprise juga, karena sebelumnya tidak tahu bahwa disana terdapat museum yang bagus dan dapat dikunjungi secara gratis. Karena tidak terlalu jelas dari depan. Pintunya tertutup, namun memang ada tulisan “Open” atau buka. Saya coba naik tangga dan nyoba buka pintu, ternyata di dalam museumnya benar-benar keren. Petugas museumnya juga ramah dan mempersilahkan kami masuk dan mengisi buku tamu.
Sebenarnya di muka ada papan pengumuman yang menjelaskan jam buka museum tersebut. Tapi karena pintunya sangat dekat dengan jalan maka kurang terperhatikan. Jadualnya sebagai berikut : Senin – Kamis : 08.00 – 16.00 , Jumat :  14.00 – 16.00 , Sabtu-Minggu : 09.00 – 16.00
Jadual buka Gedung
Didalam museum suasananya sejuk dan nyaman. Benar benar menyenangkan melihat museum. Disini kami dapat melihat dan membayangkan suasana konperensi yang bersejarah tersebut. Yang dihadiri oleh berbagai delegasi Negara-negara Asia Afrika yang kebanyakan masih dalam penjajahan kolonialisme Barat. Dan akhirnya menjadi inspirasi untuk mencapai kemerdekaan Negara-negara tersebut. Paling menonjol adalah bagaimana situasi konperensi dimana Bung Karno berpidato dihadapan peserta rapat.
Pidato Bung Karno

Berbagai foto dan dokumentasi, termasuk juga rekaman pidato pada konperensi tersebut diperdengarkan. Sehingga pengunjung dapat melihat dan membayangkan situasi yang terjadi pada tahun 1955 tersebut.
Di dalam Museum
Selesai mengunjungi museum kami keluar dan menyusuri jalanan di sekitar untuk mengisi perut. Kami jalan mengelilingi blog tersebut sampai ke jalan Braga, jalan Cikapundung, jalan Asia Afrika kembali ke Alun-Alun untuk naik Bis. Kayaknya kota Bandung sekarang sedang sibuk membenahi trotoar yang ada di sekitar Pusat Kota. Karena bulan April ini ulang tahun konperensi Asia Afrika yang ke 60 akan diperingati secara besar-besaran. Mudah-mudahan kota Bandung akan semakin indah dan semakin nyaman untuk dikunjungi. Dan peringatan Ulang tahun Konperensi Asia Afrika tersebut berjalan sukses. Terima kasih kepada Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil atas kerja kerasnya memperindah Kota Bandung. Mudah-mudahan akan semakin banyak Taman yang indah seperti alun-alun. Bukan hanya di kota Bandung, tapi juga bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain.
------------------------------